Haii heiii hallo hello ketemu lagi kalian semua dengan
curahan hati dan pikiran gue yang gue tulis saat malam hari suntuk ditambah
lagi bete seperti ini, oke ikan hiu ikan cucut mari gue lanjut ceritakan apa
yang ada di pikian gue sekarang ini tentang pendidikan terutama pendidikan
tinggi, ngomong-ngomong soal pendidikan terutama soal kuliah banyak orang-orang
awam yang pola pikirnya dangkal dan hanya berorientasi terhadap uang serta
harta beranggapan bahwa sekolah atau kuliah itu tidak terlalu penting bagi sebagian
orang terutama yang berasal dari keluarga yang hidupnya serba sederhana dan
kekurangan. Bagi mereka semua kerja atau cari uanglah yang penting percuma
kuliah susah-susah serta menghabiskan uang banyak toh pada akhirnya hanya akan
menjadi pengganguran, kerja adalah hal terpenting mau kerja kasar jadi buruh
bangunan atau apa saja yang penting dapat uang walaupun upah yang diterima
tidak seberapa yang hanya dapat
mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari saja dan tidak bisa merubah banyak
kualitas hidup mereka namun bagi mereka itu lebih masuk akal dari pada
buang-buang waktu serta uang untuk sekolah dan kuliah yang hasilnya belum jelas
jadi apa setelah lulus nantinya.
Sungguh miris gue lihat cara berpikir mereka
semua yang begitu kolot serta sangat dangkal seperti itu, mereka betul-betul
tidak menyadari betapa bahayanya pandangan keliru tentang pendidikan tinggi
yang dapat mengancam kehidupan mereka suatu saat kelak ketika jaman sudah
berubah dikala tenaga manusia sudah lebih banyak digantikan oleh robot,mesin
dan sebagainya diwaktu itulah mereka akan menyesal betapa kelirunya pemikiran
bodoh yang di anutnya. Pola pikir mereka yang salah tidak menghilang begitu
saja ketika mereka sudah wafat namun lebih parahnya pemikiran yang sangat salah
serta berbahaya tersebut diturunkan kepada keturunannya sehingga keturunannya
akan mengalami kehidupan yang susah dan melarat sama seperti orang tuanya
haduhhhh ampun dah itulah yang disebut rantai kemiskinan tiada berujung hanya
dengan pendidikan rantai tersebut dapat di patahkan.
bay the way and the busway
ngomongin soal orang-orang seperti yang gue maksudkan tersebut gue punya begitu
banyak saudara dan orang terdekat yang menganut pemikiran berbahaya semacam itu
diantara mereka semua ada juga sih yang kehidupannya berkecukupan karena
berdagang yang sempat meremehkan gue dikarenakan notebanenya seorang mahasiswa
yang belum lulus kuliah dan belum jelas masa depannya akan seperti apa (-_-)
dua orang pasangan sejoli tersebut sebut saja sih kamprett yang merasa sudah
kaya serta hidup mewah lalu sombong merasa punya banyak uang dan pengalaman
dalam menjalani hidup yang begitu kejam ini berkata bahwa dari pada kuliah
lebih baik uangnya buat bikin modal usaha biar ada hasilnya yaitu uang dan
orang yang tidak sekolah atau kuliah juga bisa sukses lalu menjadi kaya seperti
mereka berdua memang secara berpikir dangkal itu ada benarnya namun jika di
pikirkan secara mendalam itu semua tidaklah benar seutuhnya dari perkataan sih
kamprett yang asal ngoceh aja tanpa tahu dampak resikonya akan bagaimana,biar
lebih jelas bakalan gue jelaskan kehidupan sih kamprett itu seperti apa pertama
usaha yang dia buka modalnya meminjam uang dari bank yang artinya dia harus
mengadaikan harta berharga yang dipunya oke sebuat saja surat rumah yang dia
gadaikan ke bank untuk dapat modal uang, sih kampertt kerja siang malam
bagaimana cara mengembangkan usahanya agar dapat untung yang melimpah supaya
dia bisa cepat melunasi hutang-hutangnya yang menggunung di bank.
Nah disaat
seperti ini ketika ekonomi di indonesia sedang terpuruk, nilai tukar rupiah ke
dolar semakin melemah beserta hal-hal
rumit lainnya otomatis menyebabkan minat konsumen untuk membelanjakan uangnya
kepada sesuatu barang menjadi sangat berkurang yang pada akhirnya menyebabkan
usaha suami sih kamprett yang dirintis sejak puluhan tahun itu pun terancam
bangkrut hal tersebut menyebabkan suami sih kamprett yang pernah terkena
penyakit mematikan yaitu setruk karena mikirin hutangnya sekarang menjadi
frustasi kembali dan terancam diincar oleh penyakit yang mematikan tersebut
apalagi dijaman serba digital sekarang persaingan semakin keras begitu banyak
metode penawaran dan penjualan produk secara canggih contohnya di dunia maya
yang lebih simple tidak membutuhkan biaya yang besar bukannya gue menghina sih
kamprett ya dan namun sih kampret ini belum begitu tahu teknologi terutama
dalam hal berjualan di dunia maya seperti toko online hal itu di karenakan
mereka tidak mengenyam pendidikan berkualitas yang satu sekolah dasar aja tidak
tamat dan satunya lagi tamatan smk itu pun katanya tidak lulus alias ijazah paket, coba aja seandainya mereka berdua mengenal
bangku sekolah tinggi mungkin saja cara berpikir mereka akan lebih luas serta
modren yang akan dapat menemukan solusi dari permasalahan yang ada. Sih kampret
masih mending baru mau terancam bangkrut teman bokap gue yang punya usaha toko
elektronik yang punya omzet 20 juta rupiah perharinya sekarang ketika ekonoomi
lagi susah omzetnya turun menjadi Cuma 1 juta doang itu pun terkadang gak
sampai 1 juta bahkan tidak ada keuntungan sama sekali dalam satu harinya hingga
teman bokap gue berpikir bahwa ada orang jahat yang sedang mengguna-guna
usahanya kemudian pergi ke dukun untuk minta bantuan, ha ha ha ha ha haduhhh
ada-ada aja ya sudah tahu kalok dolar lagi menguat terhadap rupiah semua produk
dari luar negeri harganya akan naik berlipat ganda ya hasilnya nilai jual ke
konsumen pun ikutan naik deh hal itulah yang menyebabkan sepi pembeli sehingga
turunnya omzet yang didapat itu sih kalok menurut gue.
Kadang-kadang pusing gue
ketemu sama orang-orang semacam itu yang ada juga gue bete+emosi+kesal tapi ya
begitulah gue tidak bisa menyalahkan mereka juga karena seperti yang gue
sebutkan tentang rantai kemiskinan hasil dari pembentukkan lingkungan mereka
hidup beserta keluarga yang menyebabkan pola berpikir mereka begitu mainstream
dan gue juga tidak begitu menyanjung pendidikan terutama kuliah karena gue juga
sadar begitu banyak pengganguran intelektual di negeri ini tetapi apabila yang
berpendidikan saja hidupnya belum tentu sukses apalagi yang tidak
berpendidikan? Bisa dipikirin sendiri deh bagaimana nasibnya. beginilah potret kehidupan di negara yang masih
berkembang alias belum maju pola pikir masyarakatnya cenderung mundur sehingga
menghambat kemajuan suatu negara ditambah pula para pejabatnya yang tidak benar
waduh negara maju yang warganya sejahtera hanya menjadi impian belaka,,,
huaammm begitu deh pokoknya curhatan gue malam ini mumpung sudah larut dan gue sudah mengantuk gue cukupkan dulu
sampai disini dan tidak lupa terima kasih sudah mau mampir ke blog gue beserta
baca tulisan gue yang tidak penting ini semoga kalian semua selalu bahagia ya
(^_^).



0 komentar:
Posting Komentar