Pentingkah Pendidikan?

Selasa, 08 September 2015

Haii heiii hallo hello ketemu lagi kalian semua dengan curahan hati dan pikiran gue yang gue tulis saat malam hari suntuk ditambah lagi bete seperti ini, oke ikan hiu ikan cucut mari gue lanjut ceritakan apa yang ada di pikian gue sekarang ini tentang pendidikan terutama pendidikan tinggi, ngomong-ngomong soal pendidikan terutama soal kuliah banyak orang-orang awam yang pola pikirnya dangkal dan hanya berorientasi terhadap uang serta harta beranggapan bahwa sekolah atau kuliah itu tidak terlalu penting bagi sebagian orang terutama yang berasal dari keluarga yang hidupnya serba sederhana dan kekurangan. Bagi mereka semua kerja atau cari uanglah yang penting percuma kuliah susah-susah serta menghabiskan uang banyak toh pada akhirnya hanya akan menjadi pengganguran, kerja adalah hal terpenting mau kerja kasar jadi buruh bangunan atau apa saja yang penting dapat uang walaupun upah yang diterima tidak seberapa  yang hanya dapat mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari saja dan tidak bisa merubah banyak kualitas hidup mereka namun bagi mereka itu lebih masuk akal dari pada buang-buang waktu serta uang untuk sekolah dan kuliah yang hasilnya belum jelas jadi apa setelah lulus nantinya. 


Sungguh miris gue lihat cara berpikir mereka semua yang begitu kolot serta sangat dangkal seperti itu, mereka betul-betul tidak menyadari betapa bahayanya pandangan keliru tentang pendidikan tinggi yang dapat mengancam kehidupan mereka suatu saat kelak ketika jaman sudah berubah dikala tenaga manusia sudah lebih banyak digantikan oleh robot,mesin dan sebagainya diwaktu itulah mereka akan menyesal betapa kelirunya pemikiran bodoh yang di anutnya. Pola pikir mereka yang salah tidak menghilang begitu saja ketika mereka sudah wafat namun lebih parahnya pemikiran yang sangat salah serta berbahaya tersebut diturunkan kepada keturunannya sehingga keturunannya akan mengalami kehidupan yang susah dan melarat sama seperti orang tuanya haduhhhh ampun dah itulah yang disebut rantai kemiskinan tiada berujung hanya dengan pendidikan rantai tersebut dapat di patahkan. 


bay the way and the busway ngomongin soal orang-orang seperti yang gue maksudkan tersebut gue punya begitu banyak saudara dan orang terdekat yang menganut pemikiran berbahaya semacam itu diantara mereka semua ada juga sih yang kehidupannya berkecukupan karena berdagang yang sempat meremehkan gue dikarenakan notebanenya seorang mahasiswa yang belum lulus kuliah dan belum jelas masa depannya akan seperti apa (-_-) dua orang pasangan sejoli tersebut sebut saja sih kamprett yang merasa sudah kaya serta hidup mewah lalu sombong merasa punya banyak uang dan pengalaman dalam menjalani hidup yang begitu kejam ini berkata bahwa dari pada kuliah lebih baik uangnya buat bikin modal usaha biar ada hasilnya yaitu uang dan orang yang tidak sekolah atau kuliah juga bisa sukses lalu menjadi kaya seperti mereka berdua memang secara berpikir dangkal itu ada benarnya namun jika di pikirkan secara mendalam itu semua tidaklah benar seutuhnya dari perkataan sih kamprett yang asal ngoceh aja tanpa tahu dampak resikonya akan bagaimana,biar lebih jelas bakalan gue jelaskan kehidupan sih kamprett itu seperti apa pertama usaha yang dia buka modalnya meminjam uang dari bank yang artinya dia harus mengadaikan harta berharga yang dipunya oke sebuat saja surat rumah yang dia gadaikan ke bank untuk dapat modal uang, sih kampertt kerja siang malam bagaimana cara mengembangkan usahanya agar dapat untung yang melimpah supaya dia bisa cepat melunasi hutang-hutangnya yang menggunung di bank.

Nah disaat seperti ini ketika ekonomi di indonesia sedang terpuruk, nilai tukar rupiah ke dolar semakin melemah  beserta hal-hal rumit lainnya otomatis menyebabkan minat konsumen untuk membelanjakan uangnya kepada sesuatu barang menjadi sangat berkurang yang pada akhirnya menyebabkan usaha suami sih kamprett yang dirintis sejak puluhan tahun itu pun terancam bangkrut hal tersebut menyebabkan suami sih kamprett yang pernah terkena penyakit mematikan yaitu setruk karena mikirin hutangnya sekarang menjadi frustasi kembali dan terancam diincar oleh penyakit yang mematikan tersebut apalagi dijaman serba digital sekarang persaingan semakin keras begitu banyak metode penawaran dan penjualan produk secara canggih contohnya di dunia maya yang lebih simple tidak membutuhkan biaya yang besar bukannya gue menghina sih kamprett ya dan namun sih kampret ini belum begitu tahu teknologi terutama dalam hal berjualan di dunia maya seperti toko online hal itu di karenakan mereka tidak mengenyam pendidikan berkualitas yang satu sekolah dasar aja tidak tamat dan satunya lagi tamatan smk itu pun katanya tidak lulus alias ijazah paket,  coba aja seandainya mereka berdua mengenal bangku sekolah tinggi mungkin saja cara berpikir mereka akan lebih luas serta modren yang akan dapat menemukan solusi dari permasalahan yang ada. Sih kampret masih mending baru mau terancam bangkrut teman bokap gue yang punya usaha toko elektronik yang punya omzet 20 juta rupiah perharinya sekarang ketika ekonoomi lagi susah omzetnya turun menjadi Cuma 1 juta doang itu pun terkadang gak sampai 1 juta bahkan tidak ada keuntungan sama sekali dalam satu harinya hingga teman bokap gue berpikir bahwa ada orang jahat yang sedang mengguna-guna usahanya kemudian pergi ke dukun untuk minta bantuan, ha ha ha ha ha haduhhh ada-ada aja ya sudah tahu kalok dolar lagi menguat terhadap rupiah semua produk dari luar negeri harganya akan naik berlipat ganda ya hasilnya nilai jual ke konsumen pun ikutan naik deh hal itulah yang menyebabkan sepi pembeli sehingga turunnya omzet yang didapat itu sih kalok menurut gue. 

Kadang-kadang pusing gue ketemu sama orang-orang semacam itu yang ada juga gue bete+emosi+kesal tapi ya begitulah gue tidak bisa menyalahkan mereka juga karena seperti yang gue sebutkan tentang rantai kemiskinan hasil dari pembentukkan lingkungan mereka hidup beserta keluarga yang menyebabkan pola berpikir mereka begitu mainstream dan gue juga tidak begitu menyanjung pendidikan terutama kuliah karena gue juga sadar begitu banyak pengganguran intelektual di negeri ini tetapi apabila yang berpendidikan saja hidupnya belum tentu sukses apalagi yang tidak berpendidikan? Bisa dipikirin sendiri deh bagaimana nasibnya. beginilah  potret kehidupan di negara yang masih berkembang alias belum maju pola pikir masyarakatnya cenderung mundur sehingga menghambat kemajuan suatu negara ditambah pula para pejabatnya yang tidak benar waduh negara maju yang warganya sejahtera hanya menjadi impian belaka,,, huaammm begitu deh pokoknya curhatan gue malam ini mumpung sudah larut  dan gue sudah mengantuk gue cukupkan dulu sampai disini dan tidak lupa terima kasih sudah mau mampir ke blog gue beserta baca tulisan gue yang tidak penting ini semoga kalian semua selalu bahagia ya (^_^).



0 komentar:

Posting Komentar