Selamat Tinggal Mei-mei

Rabu, 17 Juni 2015

Hai semuanya gue mau curhat lagi nih’,, kali ini gue mau curhat tentang perasaan cinta gue yang tak tersampaikan kepada seorang anak perempuan di kampus. Gue bingung harus bagaimana untuk menyatakan perasaan suka gue ini dikarenakan adanya perbedaan diantara gue dan sih dia,, dari awal masuk kuliah semester pertama sampai dengan berakhirnya semester empat ini tak terasa hampir 2 tahun gue satu sekelas dengan nya,, suka sekaligus benci begitulah yang gue rasakan selama ini dengan dirinya, ketika perkuliahan dimulai dia selalu duduk di bangku paling depan dan gue selalu duduk di bangku belakang tak jauh dari dirinya,,,, sesekali gue memperhatikan dirinya dari belakang, memandang raut wajahnya yang sedang serius belajar namun terkadang gue sangat benci serta kesal dengan sih dia karena dia itu pelit nya minta ampun -_-,, tak mau berbagi segala sesuatu yang dia ketahui tentang perkuliahan terhadap orang lain,teman satu kelasnya bahkan teman dekatnya sendiri,,, walaupun begitu setiap kali gue melihat raut wajahnya yang mirip salah tokoh di kartun Upin ipin yaitu Mei-mei ^_^,, hati gue merasakan sesuatu hal yang aneh yang memberontak setiap saat jika melihat dirinya,, sesuatu perasaan yang sulit untuk dikatakan serta diungkapkan yang sudah begitu lama tak gue rasakan kembali.


 Mungkin bagi dirinya gue hanyalah seseorang yang satu kelas dan satu jurusan dengannya, seorang anak lelaki yang biasa-biasa saja tak pernah menonjolkan prestasi atau kelebihannya dikelas bahkan mungkin dia menggangap bahwa gue ini adalah seseorang yang aneh seperti pandangan sebagian orang lain terhadap gue-_-, terkadang gue merasa lucu,jijik,serta bingung terhadap perasaan suka ini =_=, kenapa gue harus suka sama seseorang wanita sombong,matrek dan terlebih lagi pelitnya tidak tertolong, setiap hari gue selalu bertanya-tanya pada diri gue sendiri mengapa gue harus suka dengan dirinya bahkan dalam tidur pun gue sampai 3 kali bermimpi tentang dirinya+_+. Logika gue selalu berontak!!! logika gue selalu berkata “apa loe bodoh menyukai perempuan yang sifatnya jelek seperti itu bahkan loe sendiri membencinya dan lagi jika loe mengungkapkan perasaan sukamu kepadanya yang ada hanya akan menjadi cinta yang bertepuk sebelah tangan, jangan melakukan hal yang sia-sia tak berguna masih banyak yang lebih baik darinya.”  jika di pikir-pikir secara mendalam perkataan logika gue itu ada benarnya dan gue pun terkadang menuruti logika gue sendiri untuk berusaha melupakan semua tentang dirinya segala cara gue lakukan untuk membunuh perasaan suka ini bahkan sampai dengan cara membencinya secara mendalam namun hal yang seperti itu hanya membuat diriku semakin tak berdaya setiap kali jika bertemu dengannya gue tak bisa membunuh perasaan cinta ini malahan semakin bertambah besar serta hati gue semakin memberontak dengan mengatakan”bagaimana pun kamu menyukainya dan menyanyanginya tak bisa seterusnya dirimu berbohong seperti ini, kamu harus bilang kepada dirinya bahwa kamu begitu menyukai dan menyanyanginya”, mendengar perkataan dari hati tersebut gue jadi bertambah bingung gue tak bisa melakukan apa-apa hari demi hari yang gue lakukan hanya menyimpan dan memendamnya secara terus menerus tanpa melalukan sesuatu hal yang berarti untuk memberitahukannya bahwa gue begitu menderita menyimpan rasa suka ini,, gue tak tahu harus menuruti dan mempercayai logika atau hati karena keduanya memberikan pernyataan yang memiliki tingkat kebenaran masing-masing sehingga membuatku takut melangkah dan memilih berdiam diri membeku menjalani kehidupan di kampus.
Hari demi hari berganti sepanjang waktu hingga berhenti di satu titik dimana ada seseorang anak lelaki lain yang mendekatinya dan berhasil merenggut hatinya, mengetahui hal tersebut hati gue begitu sedih dan sakit namun gue terus menyembunyikannya dengan senyum tawa yang sebenarnya justru membuat sakit, walaupun begitu gue tetap menunggunya, menunggu dirinya putus dengan anak lelaki kamprettt tersebut,, hingga sampai kepada perkuliahan semester keempat gue terus bersabar menunggu hal yang sia-sia tak berujung namun sepertinya tak ada perubahan bahkan mereka berdua malah bertambah mesra dengan memamerkan kemesraannya di depan orang banyak,, melihat hal tersebut di depan mata kepala sendiri membuat gue sangat terluka dan pada akhirnya gue memutuskan untuk menuruti dan mempercayai apa yang dikatakan oleh logika sehingga harus mengakhiri perasaan yang tak terbalaskan ini dengan cara berpisah dengan dirinya yaitu pindah jadwal kuliah pagi sehingga gue tidak bakalan bertemu dan melihat wajahnya lagi mungkin untuk selamanya, mungkin dengan cara begitulah gue dapat melupakannya dan menghilangkan perasaan cinta yang sia-sia ini.

 Walaupun hati gue berkata kembali bahwa pada saat hari-hari terakhir perkuliahan semester empat sepertinya dia mulai menyadari perasaan gue terhadap dirinya namun gue tetap memilih untuk menuruti kata logika yaitu menghilang dari tatapan matanya mungkin untuk selamanya dan jika kata hati gue itu benar bahwa dia mulai menyadari perasaan ini biarlah itu berlalu untuk menutup cerita yang ada bahwa mungkin dia akan merasa kehilangan seseorang yang selalu mengaguminya selama 2 tahun ini, selamat tinggal mei-mei versi dunia nyata semoga dirimu senang dengan julukkan dari ku dan semoga selalu berbahagia(^_^). Oke begitulah curhat gue hari ini yang sudah baca posting ini jangan tertawa ya karena rasa suka kepada seseorang itu bisa datang kapan dan dimana saja waspadalah waspadalah waspadalah serta terima kasih sudah mau mampir ke blogku ^_^.

0 komentar:

Posting Komentar